Selasa, 16 Oktober 2012

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting. Batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya, batang berbentuk bulat seperti silinder dan sebagian kecil memiliki bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya dapat dengan sejumlah bidang menjadi dua bagian yang setangkup. Batang terdiri atas ruas-ruas dan buku-buku, dan pada buku-buku inilah terdapat daun. Arah tumbuh batang biasanya ke atas, menuju cahaya fototrop/heliotrop. Batang selalu bertambah panjang di ujungnya, sehingga disebut batang memiliki pertumbuhan yang tidak terbatas. Batang juga mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Pada umumnya batang tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek. Misalnya rumput dan waktu batang masih muda. Pada praktikum kali ini kami telah meneliti beberapa batang pada beberapa tumbuhan seperti bayam (Amaranthus spinousus), Beluntas (Pluchea indica), serta rumput gerinting (Cynodon dactylon).

1.2. DASAR TEORI
Batang dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang rumput, dan batang basah. Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan ke arah luar, kambium membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memilki batang jenis ini antara lain, jati, mangga, dan maranti. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya tanaman padi, jagung dan rumput. Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair, misalnya bayam.

1.3. TUJUAN
1.      Untuk mengetahui jenis-jenis batang
2.      Untuk mengetahui ruas-ruas dan buku-buku pada batang
3.      Untuk membedakan ciri-ciri batang basah, berkayu dan rumput


PEMBAHASAN
2.1. ALAT DAN BAHAN
1.      Bayam
2.      Rumput gerinting
3.      Beluntas
2.2. PROSEDUR KERJA
1.      Amatilah ketiga tumbuhan tersebut
2.      Tulislah nama bahan sesuai dengan aturan binominal nomeniaktur
3.      Gambarlah ketiga tumbuhan tersebut
4.      Berilah keterangan mdngenai ruas-ruas buku
5.      Tulis jenis batang di bawah gambar
2.3. HASIL PENGAMATAN
            Amaranthus caudatus (Love-lies-bleeding, jenis Amaranthus yang lain.) Beluntas.JPG
            Bayam (Amaranthus spinousus)           Beluntas (Pluchea indica)
            (Batang basah)                                        (Batang berkayu)
            Cynodon_dactylon.jpg                        
              Rumput gerinting (Cynodon dactylon)   Ruas-ruas batang
              (Batang rumput)

Bagian-bagian batang.gif
(Nodus)

2.4. PENJELASAN
1. Bayam
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dariAmerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Terna semusim yang menyukai iklim hangat dan cahaya kuat. Bayam relatif tahan terhadap pencahayaan langsung karena merupakan tumbuhan C4. Batang berair dan kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, berwarna hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun majemuk tipe tukal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras.
2. Rumput Gerinting
Rumput grinting (Cynodon dactylon) adalah jenis rumput yang memiliki kemampuan agak berlebihan dalam halbertahan hidup dibandingkan rumput jenis lain seperti rumput teki, rumput gajah, rumput manila, dan sebagainya. Bahkan rumput ini mampubertahan hidup di lahan yang tandus dalam musim kemarau sekalipun pertumbuhan daunnya menjadi minim. Ketika terkena mata bajak dan garupun rumput ini akan tetap terus hidup selama akarnya bersinggungan dengan tanah. Cynodon dactylon dapat dideskripsikan: memiliki terna bertahunan yang berstolon,merumput dengan rimpang bawah tanah menembus tanah sampai kedalaman 1m atau lebih bahkan ada literature yang menjelaskan sampai padakedalaman 2 m. Lamina melancip-memita, berlapis lilin putihkeabu-abuan tipis di permukaan bawah, gundul atau berambut padapermukaan atas. Pelepah daun panjang, halus, berambut atau gundul;ligula tampak jelas berupa cincin rambut-rambut putih. Bunga tegak,seperti tandan. Bijinya membulat telur, kuning sampai kemerahan.
3.Beluntas
Beluntas merupakan tumbuhan semak yang bercabang banyak, berusuk halus, dan berbulu lembut. Umumnya tumbuhan ini ditanam sebagai tanaman pagar atau bahkan tumbuh liar, tingginya bisa mencapai 3 meter apabila tidak dipangkas, sehingga seringkali ditanam sebagai pagar pekarangan. Beluntas dapat tumbuh di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, pada daerah dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikit naungan, dan perbanyakannya dapat dilakukan dengan setek batang pada batang yang cukup tua. Daun bertangkai pendek, letaknya berselang-seling, berbentuk bulat telur sunsang, ujung bundar melancip. Tepi daun bergerigi, berwarna hijau terang, bunga keluar di ujung cabang dan ketiak daun, berbentuk bunga bonggol, bergagang atau duduk, dan berwarna ungu. Buahnya longkah agak berbentuk gasing, berwarna cokelat dengan bersudut putih.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar